It’s Great to Have International Friends!

Saya sangat beruntung memiliki cukup banyak teman internasional dari berbagai negara. Walaupun begitu, tujuan awal saya ingin berteman dengan mereka hanya karena ingin mempraktikkan bahasa asing yang saya pelajari, bukan karena hal-hal lain. Namun, jika beruntung teman-teman bule tersebut bisa juga menjadi teman baik dan bahkan seperti keluarga sendiri.

Dulu saat awal belajar bahasa Prancis, saya memanfaatkan jejaring sosial Facebook untuk mencari teman orang Prancis atau mereka yang frankofon. Tidak peduli siapa mereka, pokoknya saya hanya asal cari dan tanpa ragu menambahkan mereka ke dalam friend list saya. Kalau mau accept, ya, silakan, kalau tidak juga tidak masalah. Cara ini juga saya lakukan saat saya belajar bahasa asing lainnya. Pokoknya SKSD saja. Hihihi.

Untungnya sampai saat ini saya masih saling berhubungan baik dengan mereka. Sering kali kami saling berkirim kartu pos, mengirim ucapan ulang tahun, bahkan ada satu teman yang sangat baik yang mengajak saya tinggal di rumahnya saat saya berada di Italia. Beruntung banget, kan? Bagi saya berteman dengan mereka adalah salah satu bentuk mempererat tali persaudaraan antarnegara. Akan sangat bagus bila kita bisa saling tahu budaya negara mereka dan mereka pun demikian. Itu menjadi salah satu bentuk promosi negara kita juga, bukan?

Bertemu teman baru saat traveling juga sangat mungkin terjadi dan kadang kita dipertemukan dengan mereka yang punya profesi yang keren. Saat di Brussels, saya bertemu dengan teman sekamar yang ternyata seorang aktor bernama Frederic. Wow! Saya sempat ditunjukkan beberapa film yang telah ia bintangi. Ternyata dia sudah sering main film di negaranya, walau kebanyakan film indie, sih. Awalnya saya tidak mengira ia seorang aktor. Dilihat dari caranya berpakaian saja tidak menunjukkan dia seperti itu, karena dia terlihat seperti orang biasa, bahkan cenderung lusuh. Mungkin menghindari paparazzi kali, ya? Karena dia juga berbicara bahasa Prancis, kami jadi sering ngobrol dan menjadi akrab. Yang saya kagumi darinya bagaimana ia yang sebenarnya berasal dari desa kecil di Belgia berhasil menggapai mimpinya menjadi seorang aktor. Hal ini membuat saya jadi lebih yakin bahwa kalimat nothing’s impossible and you can reach anything you want as long as you believe in it itu benar adanya dan menjadi mantra saya sampai saat ini. Menginspirasi benar orang ini ternyata. Tapi saya bertanya-tanya, kalau dia aktor kenapa juga dia mesti nginap di hostel murah macam gini?

Di Munich, saya juga bertemu dengan teman asal Rusia. Kami bertemu saat ikut tur ke Neuschwanstein Castle (baca cerita tentang istana ini di sini). Pertemuan kami agak lucu, karena diam-diam Sacha ini belajar bahasa Prancis dan sedang mempersiapkan diri untuk ikut ujian internasional bahasa Prancis (DELF). Saat dia tahu kalau saya juga mengajar bahasa Prancis, kami jadi sering latihan dan saya mengajarkan sedikit bahasa Prancis. Lucu juga orang Indonesia ketemu orang Rusia tapi lingua franca kami bahasa Prancis. Beberapa bulan setelah itu, saya kaget karena ia mengabarkan bahwa ia lulus ujian DELF B1 dan berterima kasih atas praktik yang telah kami lakukan selama di Munich. Duh, saya jadi tersanjung gini. Paling tidak, saya merasa berguna hidup di dunia ini. Halah.

Kalau cerita tentang bagaimana saya bertemu dengan teman-teman luar negeri ini tidak akan ada habisnya karena banyak hal-hal unik terjadi di balik pertemuan kami. Saya jadi ingat apa yang dikatakan teman saya asal Italia, Adriana kepada saya saat ia dengan baik hati mengajak saya tinggal di rumahnya dan mengenalkan saya dengan budaya Italia yang sesungguhnya, bahwa berangkali kita memang sudah dijadwalkan oleh Tuhan untuk bertemu, tak peduli dari mana asalmu, kalau memang harus bertemu kita akan bertemu. Wah, kalimat yang indah. Karena itulah bagi saya It’s great to have international friends!

P.S. Saya menulis ini bukan berarti saya anti berteman dengan orang lokal. Salah besar. Justru berteman dengan orang lokal akan lebih mudah, dari segi bahasa dan budaya. Selain itu, bila kita berteman dengan orang lokal saat traveling di negeri sendiri pun akan lebih mudah mendapat bantuan, bukan? Saya menulis ini dalam konteks saya yang belajar bahasa asing ingin memperluas wawasan dengan orang dari negara yang bahasanya saya pelajari. Jadi, saya tidak ingin ada kesalahpahaman di sini. Salam 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s